Selasa , 21 November 2017
Beranda > Artikel > Belajar Dari Sinetron

Belajar Dari Sinetron

Hidup tak pernah lepas dari yang namanya belajar. Untuk mengembangkan kualitas hidup kita perlu belajar. Dengan belajar kita bisa melakukan apapun, karena buah dari belajar adalah ilmu. Dengan ilmu, hidup tak gelap. Karena ilmu adalah cahaya.

Ilmu tak hanya bisa didapat dibangku sekolah saja. Kita juga bisa mendapat ilmu dimanapun, kapanpun selama kita mau belajar. Contoh kecil, kita bisa belajar ketika kita sedang menonton acara televisi, sinetron misalnya. Sinetron adalah karya cerita fiksi yang divisualkan. Didalamnya terdiri dari beberapa tokoh yaitu tokoh antagonis, tokoh protagonis. Biasanya menceritakan kehidupan sehari-hari dan berdurasi beberapa episode.

Jika kita melihat dan memperhatikan jalan cerita dari beberapa sinetron yang ada, akan terlihat sama satu dengan yang lainnya. Yang jahat selalu menindas yang baik, pada akhirnya yang baik akan mendapat kebahagiaan. Lantas apa yang dapat kita pelajari dari menonton sinetron?

Seperti yang kita ketahui, dunia adalah panggung sandiwara, dan hidup ini sangatlah singkat. Banyak peran yang dapat kita perankan. Entah itu peran baik atau jahat. Alangkah indahnya jika setiap orang memerankan sebagai tokoh yang baik. Lantas apa yang dapat kita pelajari dari menonton sinetron untuk kehidupan kita?

Didalam sinetron sangatlah jelas bagaimana sifat-sifat tokoh jahat terhadap tokoh baik. Demi mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka melakukan segala cara untuk menyingkirkan lawannya. Dari sifat berbohong sampai tega merenggut nyawa seseorang, dan mereka berlaga suci didepan orang banyak.

Sifat-sifat tokoh antagonis dalam sinetron:

1.Berbohong

Berbohong adalah salah satu ciri dari tokoh antagonis. Biasanya sifat bohong ini akan muncul jika tokoh antagonis sedang dalam keadaan terdesak. Misalkan, kepergok sedang memberikan uang bayaran kepada preman karena sudah melakukan sesuai perintahnya. Saat ditanya “Kamu sedang apa?”. Dia akan menjawab “Bayar tagihan kredit panci…”. Atau apalah agar kejahatannya tidak diketahui.

2.Menghasut

Seorang antagonis pun tak mampu jika menjalankan rencana jahatnya hanya seorang diri. Dia pun membutuhkan seorang teman. Biasanya dia akan menghasut orang yang paling dekat dengan tokoh protagonis. Agar ikut membenci dan memusuhi tokoh protagonis lawannya itu.

3.Sombong

Kebanyakan tokoh antagonis diceritakan sebagai orang yang mempunyai kedudukan dan harta yang berlimpah. Dan biasanya sifat sombong sangat melekat pada mereka. Dengan cara meremehkan orang yang lebih rendah dari mereka, sifat sombongnya cukup membuat orang terluka.

4.Mencari kambing hitam

Sifat ini mungkin tergolong kedalam sifat berbohong, tapi mungkin sifat menuduh seseorang yang tak bersalah ini lebih parah dari berbohong. Ketika seluruh kejahatannya mulai tercium, dia akan menuduh seseorang yang tak bersalah dan biasanya yang menjadi kambing hitam adalah tokoh protagonis.

5.Munafik

Sama halnya dengan point ke-4, sifat munafik ini bisa tergolong kedalam sifat bohong. Tapi sifat munafik ini adalah akar dari sifat point ke-1 dan ke-4. Dengan sifat munafik, tokoh antagonis akan sangat terlihat baik hati didepan banyak orang. Bahkan dihadapan tokoh protagonis yang notabenenya sebagai musuh.

Kita mungkin akan cepat mengetahui dan membedakan mana yang baik dan mana yang jahat ketika menonton sinetron. Lalu bagaimana didalam kehidupan kita? Jika sebuah cerita sinetron adalah gambaran kecil dari cerita kehidupan kita, maka tak akan jauh berbeda dengan kehidupan kita. Dimana yang jahat akan selalu menggunakan berbagai cara untuk mencapai tujuannya. Berbohong atau mungkin jauh dari apa yang kita bayangkan, dengan cara apapun!

Aku prihatin dengan mereka yang dengan mudahnya menuduh, aku khawatir dengan mereka yang baik namun terhasut, aku kasihan dengan Negri ini, aku berdo’a untuk Dunia ini.

Komentar

Tentang Mr.Izuaf

Pemuda jomblo kelahiran Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas