Selasa , 24 Oktober 2017
Beranda > Kajian > Tatacara Berwudhu’nya Rasulullah

Tatacara Berwudhu’nya Rasulullah

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Bila dikaitkan dengan bahasa, wudhu’ bermakna kebersihan dan keindahan (Lihat Al Qamus Al Muhith 1/41; Syarh Bulughul Maram Ibnu Utsaimin -Kitabut Thaharah 1/167). Adapun menurut syariat, wudhu’ adalah ibadah kepada Allah dengan cara membersihkan anggota badan dengan aturan tertentu.

Persyariatan Wudhu’

Wudhu’ disyariatkan dalam Islam berdasarkan beberapa dalil berikut:

  • Firman Allah Ta’ala (QS. Al-Maidah : 6)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu junub mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh wanita, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajah dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkanmu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”

(QS. Al-Maidah : 6)

  •  Hadits Nabi dari Shahabat Abi Hurairah r.a, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Tidak akan diterima shalat salah seorang dari kalian apabila ia berhadats, hingga ia berwudhu’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan Berwudhu’

Diantara keutamaan berwudhu yaitu:

  • Berwudhu adalah setengah iman.

Dari sahabat Abu Malik Al Asy’ari r.a, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Bersuci itu sebagian dari iman.” (HR. Muslim)

  • Orang yang berwudhu’ dengan sempurna, kemudian shalat 2 raka’at dengan khusyu’ maka akan dimudahkan jalannya menuju syurga.

Dari ‘Uqbah bin Amir r.a, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa berwudhu’, lalu menyempurnakan wudhu’nya, kemudian shalat 2 raka’at, ia hadapkan hati dan wajahnya (kepada Allah) pada 2 raka’at itu, maka ia pasti mendapatkan Syurga.” (HR. Muslim dan An Nasa’i)

  • Wudhu’ dapat menggugurkan dosa.

Dari Utsman r.a, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa berwudhu’, lalumenyempurnakan wudhu’nya, niscaya akan keluar dosa-dosanya dari tubuhnya, sampai dosa-dosanya itu keluar dari bawah kuku-kuku jarinya.” (HR. Muslim)

  • Wudhu’ dapat meninggikan derajat.

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Maukah aku tunjukan kepada kalian beberapa hal yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat kalian?” Para sahabat menjawab:“Mau, wahai Rasuullah.” Beliau bersabda:“Menyempurnakan wudhu’ dalam keadaan sulit, dan memperbanyak langkah menuju Masjid (Untuk shalat berjama’ah), serta menunggu shalat setelah mengerjakan shalat. Yang demikian itu adalah ribath (Perjuangan diatas ketaatan), yang demikian itu adalah ribath, yang demikian itu adalah ribath.” (HR. Muslim)

  • Wudhu’ adalah cahaya bagi hamba pada hari kiamat.

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Aku mendengar kekasihku Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Perhiasan kaum mukminin itu sebanyak wudhu yang pernah dilakukannya.” (HR. Muslim dan An Nasa’i)

Yang dimaksud perhiasan adalah cahaya pada hari kiamat.

Tatacara Berwudhu’ Rasulullah

  1. Niat didalam hati

Dari Umar bin Khattab r.a, aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Setiap amalan itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Membaca Basmalah (Ucapan Bismillah)

Dari Abu Hurairah r.a ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada wudhu’ (Tidak sah) bagi orang yang tidak menyebut nama Allah padanya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi, Shahih Sunan Abu Dawud)

3. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak 3 kali

Dari Humran bin Aban, pelayan Utsman bin ‘Affan r.a, bahwa Utsman r.a minta diambilkan air untuk berwudhu’, lalu ia berwudhu’. Maka ia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Abdullah bin Zaid r.a bahwa ia ditanya tentang wudhu’ Nabi, lalu ia minta diambilkan bejana kecil berisi air. Kemudian ia berwudhu’ seperti wudhu’nya Nabi, yaitu mengambil air dari bejana dengan telapak tangannya, lalu mencuci kedua telapak tangannya tiga kali. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Mengambil air dengan satu telapak tangan untuk berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung secara bersungguh-sungguh dengan menggunakan tangan kanan dan menyemburnya dengan tangan kiri sebanyak 3 kali.

Sebagaimana wudhu yang dicontohkan ‘Abdullah bin Zaid r.a tatkala mempraktekan cara wudhu’nya Nabi, dimana ia berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung dari satu telapak tangan dan ia lakukan demikian sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Amr bin Yahiya r.a, didalam haditsnya ia berkata: “Lalu ia (‘Abdullah bin Zaid) berkumur-kumur, menghirup air kedalam hidung, dan menyemburkannya (dilakukan) tiga kali cidukan. (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ” Bersungguh-sungguhlah kamu dalam menghirup air ke hidung kecuali jika kamu sedang berpuasa.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan hakim serta disetujui oleh Adz-Dzahabi)

Dari ‘Abdu Khair rahimahullah ia berkata: “Kami pernah duduk memperhatikan “Ali r.a yang sedang berwudhu’. Ia lalu memasukkan tangan kanannya yang penuh dengan air di mulutnya berkumur-kumur sekaligus menghirup air kedalam hidungnya, serta menghembuskannya dengan tangan kirinya. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali, kemudian ia berkata: Barangsiapa yang senang melihat cara bersucinya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, maka inilah cara bersuci beliau.” (HR. Ad Darimi, An Nasa’i, dishahihkan oleh Al Albani dalam Ta’liiq Misykatul Mashabih)

5. Membasuh wajah 3 kali

Dari Humran bin Aban, pelayan Utsman bin ‘Affan r.a, bahwa Utsman r.a minta diambilkan air untuk berwudhu’, lalu ia berwudhu’ dimana ia membasuh wajahnya tiga kali. (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Menyela-nyela atau mencuci jenggot

Dari Anas r.a, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam apabila berwudhu’, beliau mengambil seciduk air (ditelapak tangannya), kemudia beliau menyela-nyela jenggotnya dengan air itu seraya bersabda, “Beginilah Rabbku Azza wa Jalla memerintahkanku.” (HR. Abu Dawud)

7. Membasuh tangan kanan sampai siku sebanyak 3 kali, kemudian membasuh tangan kiri seperti itu juga

Dari Humran bin Aban, pelayan Utsman bin ‘Affan r.a, bahwa Utsman r.a minta diambilkan air untuk berwudhu’, lalu ia menyebutkan tatacara wudhu’ Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Kemudian Humran berkata: “Kemudian ia membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali, kemudian ia membasuh tangan kirinya seperti itu pula.” (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Mengusap seluruh bagian kepala dan telinga (1 kali)

Dari Abdullah bin Zaid r.a, bahwa Nabi mengusap kepalanya dengan kedua tangannya lalu beliau menjalankan kedua telapak tangannya ke belakang dan mengembalikannya, yaitu beliau memulai dari bagian depan kepalanya kemudian menjalankan kedua tangannya ke tengkuknya, lalu mengembalikan kedua tangannya tadi ke tempat dimana beliau memulai darinya. (Muttafaqun’alaihi)

Dari Umamah r.a, ia berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah berwudhu’, lalu beliau membasuh wajahnya tiga kali, membasuh tangannya tiga kali dan mengusap kepalanya dan beliau bersabda, “Kedua telinga itu bagian dari kepala.” (HR. At Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Silsilah Ash Shahih)

Rubayyi’ bintu Mu’awwidz r.a berkata: “Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berwudhu’ lalu beliau mengusap kepalanya. Beliau mengusap bagian depan dan bagian belakang darinya, kedua pelipisnya dan kedua telinganya satu kali.

Para ulama seperti Imam Abu Dawud, Imam Ibnu Hajar Al Asqalany dan Imam Syaukani menyatakan bahwa mengusap kepala dan telinga dilakukan satu kali. (Sunan Abu Dawud, fathul Bari, Nailul Authar)

Catatan:

  • Air yang digunakan untuk membasuh kepala dan telinga diambil dari sisa air yang ada ditangan sebagaimana diriwayatkan oleh Rubayyi’ binti Mu’awwidz, “Bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengusap kepalanya dengan air sisa yang ada ditangannya.” (HR. Abu Dawud)

Syaikh Al Albani berpendapat bahwa sebagaimana tidak adanya dalil yang mewajibkan untuk mengambil air baru untuk membasuh kepala, maka begitu pula dengan membasuh telinga. (Shahih Sunan Abu Dawud)

Walaupun begitu, terdapat dalil yang membolehkan untuk mengambil air baru sebagaimana yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Zaid r.a, “Dan beliau Shallallahu’alaihi Wasallam mengusap kepalanya dengan air yang bukan dari sisa kedua tangannya.” (HR. Muslim)

  • Bagi wanita yang sedang memakai jilbab, maka diperbolehkan untuk mengusap bagian atasnya sebagaimana dilakukan oleh Ummu Salamah yang diceritakan oleh Ibnu Mundzir. (Lihat Al Mughni 1/390-392)

9. Membasuh kaki kanan hingga kedua mata kaki 3 kali, kemudian membasuh kaki kiri seperti itu juga dengan menyela-nyela jari jemari dengan jari kelingking

Dari Humran bin Aban, pelayan Utsman bin ‘Affan r.a, bahwa Utsman r.a minta diambilkan air untuk berwudhu’, lalu ia menyebutkan tatacara wudhu’ Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Kemudian Humran berkata, “Kemudian ia membasuh kaki kanannya sampai mata kaki tiga kali, kemudian ia membasuh yang kiri seperti itu pula.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Mustaurid bin Syaddad al Fihri r.a ia berkata: “Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, apabila berwudhu’ beliau menyela-nyelai jari jemari kakinya dengan jari kelingking.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah. Shahih Sunan Abu Dawud)

Dari Ibnu ‘Abbas r.a bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Jika engkau berwudhu’, maka sela-selailah jari-jemari tangan dan kakimu.” (HR. At Tirmidzi, Al Hakim, dan Ibnu Majah. Silsilah al Ahaadits Ash Shahihah no 1306)

Imam Shan’ani menetapkan bahwa yang disela-selai adalah jari-jemari tangan dan kaki sebagaimana yang terdapat pada hadits Ibnu ‘Abbas ini. (Subulus Salam 1/148-149).

10. Berdo’a setelah selesai berwudhu’

Dari Umar r.a berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Tak ada seorangpun diantara kalian yang berwudhu’ dengan sempurna, kemudian ia berdo’a

اَشْهَدُ اَنْ لآّاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“…Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa lagi tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba lagi utusan-Nya…

“…kecuali dibukakan baginya delapan pintu Syurga, yang dapat ia masuki melalui pintu manapun yang ia kehendaki.”(HR. Muslim dan At Tirmidzi)

Dengan menambahkan do’a

اَللهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْن

Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikan pula aku termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.” (HR. At Tirmidzi)

Dari Abu Sa’id al Khudri r.a ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa yang berwudhu’, lalu setelah berwudhu’ ia membaca…

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّاَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْك

“…Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.” Maka ditulis diatas kertas putih, kemudian dialihkan pada stempel yang tidak akan pecah sampai hari Kiamat. (HR. An Nasa’i dalam Sunanul Kubra 9829. Silsilah al Ahaadits Shahihah Al Albani no 2333)

Ringkasan Tatacara Berwudhu’ Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam

  1. Niat didalam hati
  2. Membaca Basmalah (Ucapan Bismillaah)
  3. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak 3 kali
  4. Mengambil air dengan satu telapak tangan untuk berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung secara bersungguh-sungguh (Dengan menggunakan tangan kanan) dan menyemburkannya (Dengan tangan kiri) sebanyak 3 kali
  5. Membasuh wajah 3 kali
  6. Menyela-nyelai atau mencuci jenggot
  7. Membasuh tangan kanan sampai siku sebanyak 3 kali, kemudian membasuh tangan kiri seperti itu juga
  8. Mengusap seluruh bagian kepala dan telinga (1 kali)
  9. Membasuh kaki kanan hingga kedua mata kaki 3 kali, kemudian membasuh kaki kiri seperti itu juga dengan menyela-nyelai jari-jemari dengan jari kelingking
  10. Berdo’a setelah selesai berwudhu’

 

Daftar Pustaka: 1. Minhajul Muslim; Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairy -Penerbit Darul Fikr Beirut. 2. Fathu Dzil Jalaal Wal Ikram bi Syarh Bulughul Maram; Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -Penerbit Maktabah Islamiyyah Kairo Mesir. 3. Sifat wudhu’ Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam; Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas -Hafizhahullah -Penerbit Media Tarbiyah.

Komentar

Tentang Mr.Izuaf

Pemuda jomblo kelahiran Bandung.

Lihat juga

Masuk Surga Dengan Selamat

Setelah lebih dari 12 tahun Rasulullah saw. berdakwah di Makkah, beliau mendapatkan penentangan yang besar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas