Jumat , 22 September 2017
Beranda > Kajian > Sungguh Sangat Disayangkan Perempuan Berkerudung Itu

Sungguh Sangat Disayangkan Perempuan Berkerudung Itu

Hari Minggu ini adalah hari terakhir Fauzan dan temannya berada di Kota itu, setelah melaksanakan tugas dari tempat mereka bekerja untuk menemui salah satu klien yang ada di Kota itu. Mereka diberi dua hari untuk berlibur dan hari ini yang terakhir. Mereka memutuskan untuk menghabiskan hari libur mereka untuk berkeliling Kota, sebelum besok mereka berdua harus kembali. Mereka pun mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota itu, mereka juga banyak mencicipi makanan khas Kota itu, dan juga mereka tidak melewatkan berbelanja souvenir untuk keluarga mereka.

Setelah lelah mereka berjalan-jalan kesana kemari, mereka beristirahat sejenak di Alun-alun Kota. Banyak orang berkumpul disana yang membuat suasana Alun-alun menjadi begitu ramai. Ada yang sedang berkumpul bersama teman-temannya, bersama pasangannya, dan ada juga yang sedang berlibur bersama keluarganya diakhir pekan.

Zan, lu jomblo?” , celetuk temannya.

Ana jomblo fi sabilillah.” , jawab Fauzan.

Wiih, bahasa lu… bilang aja kalo gak laku,”, canda temannya setelah mendengar jawaban Fauzan.

Emangnya kenapa kalo ana jomblo? Ente gak ada niat buat nembak ana kan?” , Balas Fauzan bercanda.

Hahaha, dasar. Gue masih demen yang cantik-cantik Zan. Hahaha…”, jawab temannya tertawa.

Mereka berdua pun asik berbincang di tengah ramainya Alun-alun Kota itu.

Tak lama kemudian, “ Zan, lihat! Cewek cantik tuh… Gila pahanya mulus bener.”,  ujar temannya sambil menunjuk kearah perempuan yang dilihatnya. “Godain yu!” , ajak temannya.

Gak ah, ana kurang suka yang gituan.”, jawab Fauzan.

Ya elah… Ya udah kalo yang itu gimana?” , temannya menunjuk perempuan lainnya. Kali ini yang ditunjuk perempuan yang mengenakan kerudung dengan celana yang ketat. Namun jawaban Fauzan tak jauh berbeda dengan sebelumnya. “Gak!”.

Ah lu, dikasih yang sexy gak mau, dikasih yang kerudungan gak mau. Maunya yang kaya gimana?”, ujar temannya.

Ana maunya sama yang emang dikasih sama Allah, bukan sama ente.”, ungkap Fauzan tersenyum.

Ah elu… Ya udah gue deketin dulu, siapa tahu bisa dapet nomer handphonenya.”, ujar temannya berlalu.

Tak lama kemudian temannya kembali sambil tersenyum-senyum, setelah mendekati perempuan yang ia dekati.

Gue dapet nih nomernya, hehe.”, kata temannya girang.

Selamat kalau begitu, kapan mau dinikah? Ana tunggu undangannya.”, ujar Fauzan.

Pacaran aja belum, udah main nikah-nikah aja…”, kata temannya. “Lihat aja nanti kedepannya!”

Setelah mendengar ucapan temannya Fauzan tersenyum. Didalam hatinya ia mengucapkan ”Aamiin” berharap diberikan yang terbaik untuk temannya itu.

Fauzan pun mengambil botol minuman yang ia bawa didalam tasnya. Lalu ia meminum air yang ada didalam botolnya itu. Tak lama kemudian Fauzan berkata “Ana ingin perempuan yang seperti itu…”, ungkap Fauzan sambil melihat kearah perempuan yang baru saja keluar dari dalam Masjid.

Yang mana?”, Tanya temannya.

Yang baru keluar dari Masjid itu! Yang memakai kerudung besar dan pakaian yang menutupi seluruh kulitnya kecuali wajah dan telapak tangannya.”, jelas Fauzan menuduhkan kearah perempuan yang baru saja ia lihat.

Wah, selera lu… ya udah sana deketin!”, temannya sedikit kaget mengetahui selera Fauzan.

Ana minta tolong dong, tolong tanyakan alamat rumahnya dimana!”, ujar Fauzan meminta tolong pada temannya.

Lah kok ke gue, sama elu lah. Gue mana berani deketin cewek kaya gitu.”, jawab temannya menolak permintaan Fauzan. “Lagian elu yang lebih baik dari gue aja gak berani apalagi gue yang kaya begini.”, ungkap temannya membandingkan akhlaknya dengan Fauzan.

Ana bukannya gak berani…”, ungkap Fauzan.

Terus?”, Tanya temannya.

Ana cuma malu. Dia baru selesai mengikuti pengajian sedangkan ana malah duduk disini, sibuk ngebahas perempuan.”, ungkap Fauzan.

Temannya pun menepuk punggung Fauzan lalu berkata “Cewek kaya gitu susah Zan buat dideketin, apalagi dijadiin pacar. Nyerah aja udah…”, kata temannya itu menasehati Fauzan.

Mendengar ucapan dari temannya itu, Fauzan hanya tersenyum dan didalam hatinya Fauzan berfikir “Bagaimana aku bisa mendapatkan istri yang seperti itu? Sedangkan aku malu, aku malu pada-Mu ya Allah.”.

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Dari cerita pendek diatas, kita bisa menilai bagaimana seorang perempuan akan terlihat sangat bernilai dihadapan lelaki hanya karena cara berpakaiannya dan tak semua lelaki dapat mendekatinya sembarang.

Bagai permata yang hanya dapat disentuh oleh seorang bangsawan.

Kita tidak melihat dari segi seberapa kaya lelaki itu untuk dapat meminang perempuan shalehah. Namun seberapa pantaskah lelaki itu dapat meminang perempuan tersebut dihadapan Allah. Bukankah Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an,

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” (Qs. An Nur:26)

Sungguh sangat disayangkan perempuan yang ingin mendapat pendamping terbaik namun mereka tak pernah memantaskan dirinya, begitu pula sebaliknya.

Yang ingin penulis angkat dalam tulisan kali ini, mengenai perempuan-perempuan yang mana mereka berpakaian namun hakikatnya mereka telanjang. Dan penulis sangat menyayangkan perempuan yang berusaha menutup auratnya namun tidak sepenuhnya tertutup. Mengingat fenomena jilboobs (maaf) yang marak dikalangan kaum perempuan dewasa ini.

Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat. (1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya untuk memukul orang. (2) Wanita-wanita berpakaian, tetapi sama juga bertelanjang (karena pakaiannya terlalu minim, terlalu tipis atau tembus pandang, terlalu ketat, atau pakaian yang merangsang pria karena sebagian auratnya terbuka), berjalan dengan berlenggok-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk Syurga, bahkan tidak dapat mencium bau Syurga. Padahal bau Syurga itu dapat tercium dari begini dan begini.” (HR.Muslim)

Dari hadits diatas, jelas perempuan yang mengenakan pakaian jilboobs (maaf) tergolong dalam orang yang tak dapat masuk kedalam Syurga bahkan tak dapat mencium baunya Syurga. Kenapa? Meskipun mereka menutupi rambut mereka dengan kerudung namun dada (maaf) dan bagian bawah tubuh mereka sangat ketat, dan itu dapat mengundang lelaki untuk menggoda.

Wallaahu a’lam bishshawaab.

Komentar

Tentang Mr.Izuaf

Pemuda jomblo kelahiran Bandung.

Lihat juga

Tatacara Berwudhu’nya Rasulullah

Bismillaahirrahmaanirrahiim, Bila dikaitkan dengan bahasa, wudhu’ bermakna kebersihan dan keindahan (Lihat Al Qamus Al Muhith …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas